Pemerintah Kampong Subulussalam Timur Gelar Pelatihan TikTok Affiliate, Siapkan UMKM Bersaing di Era Digital
PORTAL RAKYAT- SUBULUSSALAM – Pemerintah Kampong Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, terus mendorong transformasi digital di tingkat desa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan TikTok & Reels untuk UMKM secara gratis yang akan dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) di Gedung Serbaguna Subulussalam Timur.
Pelatihan tersebut menyasar 20 peserta yang terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemuda, serta ibu rumah tangga yang ingin mengembangkan usaha melalui pemasaran digital.
Kepala Kampong Subulussalam Timur, Wahda, S.E., mengatakan perkembangan media sosial telah mengubah pola pemasaran produk. Menurutnya, pelaku UMKM di desa harus mampu beradaptasi agar produk lokal dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
"Selama ini banyak pelaku UMKM memiliki produk yang berkualitas, tetapi belum maksimal dalam pemasarannya. Karena itu kami menghadirkan pelatihan ini agar masyarakat mampu membuat konten promosi yang menarik, memanfaatkan TikTok dan Instagram Reels sebagai media pemasaran, sekaligus membuka peluang memperoleh penghasilan tambahan melalui program TikTok Affiliate," kata Wahda.
Ia menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara membuat video pendek, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai strategi membangun konten yang mampu menjangkau lebih banyak pengguna media sosial.
Peserta akan mendapatkan materi mengenai strategi konten TikTok untuk UMKM, teknik video marketing, pembuatan Instagram Reels, cara membuat konten secara cepat dan efektif, hingga tips agar video memiliki peluang lebih besar tampil di halaman For You Page (FYP).
Menurut Wahda, digitalisasi menjadi salah satu peluang yang harus dimanfaatkan masyarakat desa di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kampong berharap lahir kreator-kreator konten sekaligus pelaku usaha yang mampu memasarkan produknya secara mandiri tanpa harus bergantung pada metode pemasaran konvensional.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sarana membangun usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga. Dengan kreativitas dan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal untuk dikenal lebih luas," ujarnya.
Pelatihan akan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Gedung Serbaguna Subulussalam Timur. Mengingat jumlah peserta dibatasi hanya 20 orang, Pemerintah Kampong mengimbau masyarakat yang berminat untuk segera melakukan pendaftaran.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di Kampong Subulussalam Timur sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas melalui platform digital.(TYP).
Komentar (0)
Belum ada komentar.