Hari Pertama Sekolah, Gerakan Ayah Mengantar Anak Perkuat Peran Keluarga dalam Pendidikan
PORTAL RAKYAT - SUBULUSSALAM-Gerakan ini merupakan inisiatif simbolik sekaligus strategis yang bertujuan memperkuat peran ayah dalam tumbuh kembang anak sejak usia dini. Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun semangat anak dalam memulai proses belajar di lingkungan yang baru.
Selain menjadi momen penuh makna bagi keluarga, gerakan ini juga mengusung perubahan budaya pengasuhan di Indonesia. Jika selama ini tanggung jawab mengantar anak ke sekolah lebih banyak dilakukan oleh ibu, kini pemerintah mendorong pola pengasuhan yang lebih kolaboratif, di mana ayah dan ibu sama-sama berperan aktif dalam mendampingi pendidikan anak.
Kehadiran ayah di hari pertama sekolah dinilai memiliki dampak psikologis yang positif. Anak akan merasa lebih dihargai, mendapatkan dukungan emosional yang kuat, serta memiliki motivasi lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah memiliki landasan hukum melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan Ramah pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Tahun Ajaran 2025/2026.
Selain itu, gerakan ini juga diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 7 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.
Pemerintah berharap gerakan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial pada awal tahun ajaran, tetapi mampu menumbuhkan kebiasaan positif bagi para ayah untuk terus terlibat dalam setiap tahapan pendidikan anak. Dengan kolaborasi yang baik antara keluarga dan sekolah, diharapkan lahir generasi Indonesia yang lebih percaya diri, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.(Tim)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles